
JAKARTA–HAPPA OFFICIAL dari rumah mode Maison MAC (MMAC) kembali menghadirkan gebrakan baru dalam dunia fashion Indonesia. Ajang Plaza Indonesia Fashion Week yang dihelat 7 Maret 2024 di Jakarta menjadi saksi lahirnya happa-X, sebuah koleksi baru dari HAPPA OFFICIAL besutan tangan dingin Creative Director MMAC Mel Ahyar. happa-X adalah sebuah timeless/seasonless collection yang hadir membawa nafas baru sebagai pengembangan lanjutan dari brand HAPPA OFFICIAL.
HAPPA OFFICIAL mengusung visi living the stories of culture, happa-X membawa misi itu lebih jauh dengan fleshing out (“menyempurnakan”) the stories of culture. happa-X meyakini bahwa definisi budaya sebenarnya jauh lebih luas daripada apa yang kita yakini selama ini. Ditemui di sela-sela acara, CEO MMAC Arie Panca mengungkapkan bahwa ada sekat paradigma yang melekat erat dalam pikiran kita ketika memaknai budaya. Menurut Arie, budaya adalah produk dari peradaban manusia. Apapun perilaku manusia yang berkembang menjadi sebuah pola, dan secara konsensus disepakati mengandung kebaikan maupun keburukan, itu sudah bisa disebut sebuah budaya – atau bisa dibilang sesuatu yang menjadi Viral. “Inilah yang coba dilakukan happa-X, liberating sekaligus elevating the culture. Jadi bukan budaya dalam framework historis dan geografis lagi, tapi pop culture,” urai Arie.


happa-X meyakini, perkembangan budaya harus berakar dari sense of belonging masing-masing individu. Alih-alih menerima seperangkat budaya yang diwariskan dengan format, pakem, langgam yang baku, manusia akan lebih bisa memiliki budaya yang dilihat, didengar, dan dirasakan secara langsung serta bergerak bersama dirinya– apalagi ketika mereka leluasa menambahkan their own twist ke dalamnya. Inilah yang ditawarkan Mel Ahyar sebagai Creative Director MMAC melalui koleksi baru HAPPA OFFICIAL yang bertema “happa-X the Humane Culture” dengan menggandeng lima celebrity stylist Indonesia: Hagai Pakan, Vannie Astecat, Alia Husin, Gusti Aditya, dan Allysha Nila.
Kelima penata gaya kenamaan ini dipilih sebagai pengejawantahan lima fasad humane culture dalam koleksi happa-X dari HAPPA OFFICIAL. Hagai Pakan meyakini bahwa busana dan budaya bersifat saling memengaruhi, sehingga interpretasi Hagai adalah busana-budaya unisex yang bebas dari belenggu gender: feminitas yang strong and resilient, maskulinitas yang lembut dan luwes. Sementara Astecat menonjolkan feminitas secara loud and bold melalui pemilihan chunky accessories– there’s nothing subtle around here. Alia Husin terinspirasi dari fantasi video game favoritnya semasa kecil dengan padu-padan shapes and cuts yang tradisional-futuristik sebagai cerminan dualisme pribadi female heroine yang pemberani.


Lain lagi dengan Gusti Aditya dengan boyish street style sebagai sebuah subculture tersendiri: effortless yet loaded with attitude tak ubahnya siluet boxy yang mendominasi koleksi happa-X dari HAPPA OFFICIAL kali ini. Allysha Nila melihat koleksi happa-X dari HAPPA OFFICIAL sebagai playground untuk bermain dengan kontras aneka tekstur dipadu shimmer perak dan emas. Kelimanya merupakan representasi dari the multifacets of humane culture. happa-X menekankan posisinya sebagai penenun benang-benang berbagai pengaruh, teknologi, maupun denyut pergerakan sosial. happa-X tidak menutup kemungkinan mengambil inspirasi interdisipliner dari fashion, sastra, musik, atau fenomena viral.
Ke depannya, koleksi timeless/seasonless happa-X dari HAPPA OFFICIAL akan terus berkarya dengan dasar observasi fenomena aktual yang terjadi pada manusia, sekaligus terus mengelevasi makna budaya itu sendiri. Karena Arie yakin keseluruhannya mencerminkan aspek-aspek kemanusiaan. Dinamika budaya yang terjadi jangan sampai melupakan peran manusia sebagai pemain aktif dari pembentukan budaya. Budaya tidak boleh dijunjung lebih tinggi dari harkat manusia itu sendiri. Sebab, jika manusia sudah bersepakat bahwa budaya tersebut tidak lagi relevan, budaya akan ditinggalkan hingga musnah. “There is no culture if there is no human to embrace it, right?” pungkas Arie menutup perbincangan

